Artikel
Woww... Desa Cangkingan Miliki Indeks Membangun Tertinggi di Indramayu
DISKOMINFO INDRAMAYU - Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder tidak pernah habis dalam melakukan inovasi pembangunan untuk kemajuan desanya. Bahkan, pada tahun 2022 lalu Desa Cangkingan memiliki Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi di Kabupaten Indramayu.
Capaian prestasi itu diapresiasi Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina dengan memberikan penghargaan lencana kepada Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder pada kegiatan Bimbingan Teknis Kuwu se-Kabupaten Indramayu, Jum'at (24/11/2023) di Yogyakarta.
Indeks Desa Membangun merupakan hasil perhitungan total untuk menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa, serta untuk menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa.
Terdapat 3 indikator komposit untuk menetapkan IDM, yakni indeks ketahanan sosial (IKS), indeks ketahanan ekonomi (IKE), dan indeks ketahanan lingkungan (IKL).
Desa Cangkingan saat ini memiliki IDM sebesar 0,9587 dengan IKS sebesar 0,9429 IKE sebesar 0,9333 dan IKL sebesar 1. Dengan capaian IDM tersebut maka Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder berstatus sebagai Desa Mandiri.
Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina dalam sambutannya menegaskan, para kuwu (kepala desa) harus bisa menggunakan dana desa (DD) sebaik mungkin dan harus berdampak pada masyarakat.
Dengan kewenangan yang sudah ditetapkan, para kuwu beserta pamong desa lainnya memiliki kemampuan untuk merencanakan dan menyusun pembangunan di desanya dan tertuang dalam APBDes.
"Dengan APBDes yang dimiliki, silakan desa-desa berlomba dan bersaing dalam pembangunan untuk kemajuan desanya masing-masing," tegas Nina.
Jika pembangunan di desa maju dengan pesat, maka hal itu akan berdampak pada status desa tersebut. Dengan APBDes yang dimiliki para kuwu juga harus terus berinovasi secara maksimal.
"Para kuwu silakan bisa belajar ke kuwu atau desa lain yang telah memiliki prestasi. Cangkingan terkenal dengan desa digitalnya, Lelea terkenal dengan desa budayanya. Silakan semuanya berkompetisi dan terus bersinergi dengan berbagai pihak," tegas Nina.
Selain Desa Cangkingan, apresiasi juga diberikan kepada terbaik 2 dan tiga yaitu Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener dan Desa Gabuswetan Kecamatan Gabuswetan. (Aa Deni/Diskominfo Indramayu)
DISKOMINFO INDRAMAYU - Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder tidak pernah habis dalam melakukan inovasi pembangunan untuk kemajuan desanya. Bahkan, pada tahun 2022 lalu Desa Cangkingan memiliki Indeks Desa Membangun (IDM) tertinggi di Kabupaten Indramayu.
Capaian prestasi itu diapresiasi Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina dengan memberikan penghargaan lencana kepada Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder pada kegiatan Bimbingan Teknis Kuwu se-Kabupaten Indramayu, Jum'at (24/11/2023) di Yogyakarta.
Indeks Desa Membangun merupakan hasil perhitungan total untuk menetapkan status kemajuan dan kemandirian desa, serta untuk menyediakan data dan informasi dasar bagi pembangunan desa.
Terdapat 3 indikator komposit untuk menetapkan IDM, yakni indeks ketahanan sosial (IKS), indeks ketahanan ekonomi (IKE), dan indeks ketahanan lingkungan (IKL).
Desa Cangkingan saat ini memiliki IDM sebesar 0,9587 dengan IKS sebesar 0,9429 IKE sebesar 0,9333 dan IKL sebesar 1. Dengan capaian IDM tersebut maka Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder berstatus sebagai Desa Mandiri.
Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina dalam sambutannya menegaskan, para kuwu (kepala desa) harus bisa menggunakan dana desa (DD) sebaik mungkin dan harus berdampak pada masyarakat.
Dengan kewenangan yang sudah ditetapkan, para kuwu beserta pamong desa lainnya memiliki kemampuan untuk merencanakan dan menyusun pembangunan di desanya dan tertuang dalam APBDes.
"Dengan APBDes yang dimiliki, silakan desa-desa berlomba dan bersaing dalam pembangunan untuk kemajuan desanya masing-masing," tegas Nina.
Jika pembangunan di desa maju dengan pesat, maka hal itu akan berdampak pada status desa tersebut. Dengan APBDes yang dimiliki para kuwu juga harus terus berinovasi secara maksimal.
"Para kuwu silakan bisa belajar ke kuwu atau desa lain yang telah memiliki prestasi. Cangkingan terkenal dengan desa digitalnya, Lelea terkenal dengan desa budayanya. Silakan semuanya berkompetisi dan terus bersinergi dengan berbagai pihak," tegas Nina.
Selain Desa Cangkingan, apresiasi juga diberikan kepada terbaik 2 dan tiga yaitu Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener dan Desa Gabuswetan Kecamatan Gabuswetan. (Aa Deni/Diskominfo Indramayu)
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
20 Kecamatan di Indramayu Zona Merah COVID-19
Desa Cangkingan punya satu satunya sekolah model di kabupaten Indramayu
Layanan "Live Chat" dengan Pemdes Cangkingan
Atlet Cangkingan ikut kejurnas 2022
Ayo Ikuti Lomba Foto dalam Rangka HUT Kabupaten Indramayu dan HUT Radar Indramayu!
Yang Wajib Kamu Tahu Soal Vaksin Booster COVID-19
Kemenparekraf Anugerahi Desa Cangkingan Sebagai Desa Wisata Digital